Flutter

Menggunakan berbagai versi Flutter SDK sekaligus dengan FVM

FVM adalah salah satu package yang berfungsi untuk memanage atau mengatur penggunaan Flutter SDK yang versinya berbeda-beda dalam waktu yang bersamaan. Kok...

Ikhwan Written by Ikhwan · 1 min read >

FVM adalah salah satu package yang berfungsi untuk memanage atau mengatur penggunaan Flutter SDK yang versinya berbeda-beda dalam waktu yang bersamaan. Kok butuh FVM sih?

Kenapa?

  1. Flutter terus berkembang setiap harinya. Kita bisa melakukan uji coba dari project yang kita miliki di berbagai versi SDK (devbeta dan stable). Dan jika menemui permasalahan kita cukup mengganti versi SDK dengan FVM. Kita jadi tidak perlu repot-repot untuk downgrade SDK.
  2. Melakukan bug fixing pada project lama lebih cepat. Ini pengalaman mimin sendiri. Jadi terdapat pembaruan atau request pada project flutter yang pernah mimin kerjakan dulu. Dan tentu saja karena adanya rentang waktu, SDK yang digunakan sekarang tentu berbeda dengan SDK yang digunakan dulu. Effortnya bakalan terlalu gede, jika menyesuaikan dengan SDK yang digunakan sekarang. Oleh karena itu FVM disini sangat membantu.

Setelah paham akan manfaatnya kita lanjut ke step by stepnya ya 😀

1. Pastikan dart telah terinstall

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan memastikan pada perangkat telah terinstall dart. Hal ini bisa dicek dengan menjalankan command “dart” pada command line atau terminal.

2. Mengaktifkan FVM

Aktifkan FVM dengan menjalankan command berikut:

pub global activate fvm

Command tersebut juga bisa digunakan untuk memperbarui versi FVM yang terdapat pada perangkat, seperti peringatan berikut ini:

Peringatan

3. Menyesuaikan versi Flutter SDK

Sebelum memilih versi SDK, gunakan command berikut untuk mengecek versi SDK apa saja yang tersedia

fvm releases

Setelah melihat versi yang tersedia, gunakan command berikut untuk menginstall SDK.

fvm install <version>

Atau kita juga bisa jalankan command berikut ini untuk menginstall versi stable yang terakhir kali release.

fvm install stable

Setelah proses install dilakukan, kita bisa mengecek versi berapa saja yang telah terinstall dengan menjalakan command berikut:

fvm list

4. Menjalankan project dengan FVM

Gunakan command berikut untuk menentukan versi berapa yang akan kita gunakan pada project flutter.

fvm use <version>

Setelah command berikut dijalanakan, akan terdapat hidden folder di project kita dengan nama .fvm

Setelah itu, kita bisa menjalankan command yang biasa digunakan pada flutter, dengan menambahkan fvm pada bagian awalnya. Berikut contohnya:

fvm flutter run

#Extra

Kita juga bisa mengubah SDK yang digunakan pada IDE, seperti android studio. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah path Fluter SDK pada android studio dengan path ke SDK pada fvm. Tapi mimin sendiri tidak menggunakan hal ini karena mimin sendiri lebih nyaman dengan setinggan yang digunakan sekarang. Yaitu versi terbaru di IDE, dan FVM mimin gunakan melalui command line untuk project lama.

Sekian tulisan kali ini, dan pada tulisan selanjutnya kita akan bahas hal menarik lainnya ya. Terimakasih dan semoga bermanfaat ya 😀

Oh iya di website ini ada tulisan menarik lainnya juga loh, seperti berikut:

Cara untuk Migrasi ke Flutter 2

Ikhwan in Flutter
  ·   2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *