Android-native, iOS, Kotlin Multiplatform

Memulai dengan Kotlin Multiplatform

Kotlin Multiplatform adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh kotlin. Dengannya kita bisa mengurangi waktu penulisan code dan melakukan maintanance untuk code...

Ikhwan Written by Ikhwan · 1 min read >

Kotlin Multiplatform adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh kotlin. Dengannya kita bisa mengurangi waktu penulisan code dan melakukan maintanance untuk code yang sama di platform yang berbeda. Lalu bagaimana Kotlin Multiplatform atau KMM bekerja?

  • Dengan menggunakan Common Kotlin, code akan bekerja untuk semua platform.
  • Dengan KMM library, kita bisa menggunakan logic multiplatform pada Common Kotlin secara berulang kali. Common Kotlin dapat mengandalkan kumpulan library yang sering digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan sehari” seperti HTTP (Ktor), serialization, dan coroutines.
  • Code akan terhubung dengan code native sesuai dengan platform tujuan seperti Kotlin/JVM untuk android, Kotlin/native untuk iOS, macOS, Linux dan Koltin/JS untuk java script.

Dengan menggunakan KMM kita tetap harus membuat code untuk UI di masing-masing platform tujuan, hal ini di karenakan KMM hanya akan menghandle bagian bisnis logic.

Pada tulisan kali ini kita akan mencoba menjalankan project KMM sederhana saja.

1. Gunakan Android Studio di atas 4.1

Untuk menjalankan KMM kita harus menggunakan Android Studio dengan versi minimal 4.1.

2. Plugin Kotlin Multiplatform Mobile

Opsi pilihan KMM tidak akan muncul pada template project jika kita belum menginstall plugin Kotlin Multiplatform Mobile. Jadi pastikan android studio yang digunakan telah menginstall plugin tersebut. Dan jika baru diinstall jangan lupa restart android studionya terlebih dahulu. Setelah plugin terpasan, pada pembuatan project baru, akan muncul pilihan KMM seperti berikut ini:

Ss pilihan kmm

Setelah klik next, isi form yang muncul seperti biasa, lalu klik next lagi. Sekarang akan muncul window seperti berikut:

Window pembuatan project kmm
  • Android Application Name, adalah nama untuk project(folder) android.
  • iOS Application Name, adalah nama untuk project(folder) iOS.
  • Shared Module Name, adalah module yang nantinya akan digunakan oleh aplikasi android dan iOS. Jadi poin penting dari code yang reusable dari KMM terdapat pada module ini.

3. Java

Sebelum menjalankan project KMM, pastikan terlebih dahulu bahwa kita telah menginstall java pada perangkat yang digunakan.

“Memiliki android studio pada perangkat, bukan berarti java telah terinstall juga pada perangkat tersebut.”

Untuk memastikan java telah terinstall atau belum jalankan command “java” pada terminal. Jika mengeluarkan info terkait java, maka java telah terinstall pada perangkat anda. Sedangkan jika “command not found”, maka kita harus install javanya terlebih dahulu. Proses install bisa dilakukan melalui terminal atau langsung download java dari website oracle.

4. Jalankan Project

Untuk menjalakan project android, kita bisa menggunakan android studio seperti biasa. Sedangkan untuk iOS, kita menggunakan Xcode. File yang dibuka dengan Xcode adalah file dengan ekstensi xcodeproj yang terdapat di dalam folder, yang kita isi pada iOS Application Name pada langkah ke dua sebelumnya.

Lalu jalankan project menggunaka Xcode.

Sekian tulisan kali ini, dan pada tulisan selanjutnya kita akan bahas terkait KMM dengan lebih rinci. Terimakasih dan semoga bermanfaat ya 😀

Oh iya di website ini ada tulisan menarik lainnya juga loh, seperti berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *